GUBERNUR Zaini Abdullah bercita-cita menjadikan Aceh sebagai
kiblat Pendidikan Tinggi bidang keislaman, baik di tingkat nasional
maupun Internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Zaini pada jamuan makan siang sekaligus silaturahmi dengan Ketua STAIN Malikussaleh, Hafifudin yang didampingi oleh Darmadi, pembantu ketua IV bidang kehumasan di sebuah rumah makan di Jakarta, Selasa 29 April 2014. Gubernur mendukung sepenuhnya alih status STAIN Malikussaleh menjadi IAIN.
“Saya menginginkan Lhokseumawe menjadi kiblat pendidikan setelah Banda Aceh,” ujar Gubernur Zaini.
STAIN Malikussaleh rencananya akan membuka Ma’had Ali, semacam pesantren di lingkungan kampus. Terkait hal ini, Gubernur Aceh berharap rencana tersebut dapat terwujud dalam waktu dekat.
“Pemerintah Aceh akan memberi dukungan dalam bentuk apapun, termasuk pro aktif dalam pengalihan status dan akan membawa hal tersebut dalam Musrenbang Nasional dan akan bertemu khusus dengan presiden dan Menpan RB untuk membicarakan hal ini,” kata Doto Zaini.[]
sumber: atjehpost
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Zaini pada jamuan makan siang sekaligus silaturahmi dengan Ketua STAIN Malikussaleh, Hafifudin yang didampingi oleh Darmadi, pembantu ketua IV bidang kehumasan di sebuah rumah makan di Jakarta, Selasa 29 April 2014. Gubernur mendukung sepenuhnya alih status STAIN Malikussaleh menjadi IAIN.
“Saya menginginkan Lhokseumawe menjadi kiblat pendidikan setelah Banda Aceh,” ujar Gubernur Zaini.
STAIN Malikussaleh rencananya akan membuka Ma’had Ali, semacam pesantren di lingkungan kampus. Terkait hal ini, Gubernur Aceh berharap rencana tersebut dapat terwujud dalam waktu dekat.
“Pemerintah Aceh akan memberi dukungan dalam bentuk apapun, termasuk pro aktif dalam pengalihan status dan akan membawa hal tersebut dalam Musrenbang Nasional dan akan bertemu khusus dengan presiden dan Menpan RB untuk membicarakan hal ini,” kata Doto Zaini.[]
sumber: atjehpost

0 comments:
Post a Comment